<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17645">
<titleInfo>
<title>PENGUJIAN WAZUH DALAM MENDETEKSI SERANGAN DOS DAN BRUTE FORCE PADA WINDOWS SERVER</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. L.N Harnaningrum, S.T., M.T</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Majid, Muhammad Noor Cholis - 215610084</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>UNIVERSITAS TEKNOLOGI DIGITAL INDONESIA (UTDI)</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text Skripsi</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Keamanan siber menjadi aspek yang sangat penting dalam menghadapi
ancaman terhadap infrastruktur teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji efektivitas Wazuh, sebuah platform open-source untuk security
information and event management (SIEM), dalam mendeteksi serangan siber
seperti Denial of Service (DoS) dan Brute Force. Uji coba dilakukan pada
Windows Server 2019 sebagai endpoint, menggunakan integrasi Wazuh dengan
Suricata untuk memperkuat deteksi ancaman berbasis jaringan serta bot Telegram
untuk notifikasi real-time.
Penelitian dimulai dengan instalasi dan konfigurasi Wazuh di server
utama, diikuti dengan simulasi serangan DoS menggunakan hping3 dan serangan
Brute Force menggunakan Hydra. Proses pengujian ini dilakukan di lingkungan
virtual yang terdiri dari Ubuntu 20.04 LTS sebagai Wazuh Server, Ubuntu 20.04
LTS lainnya sebagai mesin penyerang dan Windows Server 2019 sebagai target
serangan. Selama pengujian, data aktivitas jaringan dianalisis menggunakan
WireShark untuk memvalidasi keberhasilan serangan, sementara log dan alert dari
Wazuh dievaluasi melalui dashboard dan bot Telegram.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Wazuh berhasil mendeteksi pola
serangan dengan baik. Serangan DoS terdeteksi melalui integrasi dengan Suricata,
sedangkan serangan Brute Force berhasil diidentifikasi berdasarkan log
authentication failure yang tercatat di dashboard Wazuh. Notifikasi real-time
melalui Telegram memungkinkan administrator segera mengambil tindakan
mitigasi. Penelitian ini membuktikan bahwa Wazuh memiliki kemampuan deteksi
yang efektif, meskipun masih membutuhkan optimalisasi pada aturan deteksi dan
integrasi sistem untuk meningkatkan respons terhadap ancaman yang lebih
kompleks.
Kata kunci: Brute Force, DoS, Suricata, Wazuh, keamanan siber</note>
<subject authority=""><topic>WINDOWS SERVER</topic></subject>
<subject authority=""><topic>WAZUH</topic></subject>
<subject authority=""><topic>PENGUJIAN</topic></subject>
<subject authority=""><topic>BRUTE-FORCE</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas Teknologi Digital Indonesia Katalog Online Perpustakaan Universitas Teknologi Digital Indonesia</physicalLocation>
<shelfLocator>003 MAJ P R.1</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">MAJ0003SI0125</numerationAndChronology>
<sublocation>RAK REFERENSI SKRIPSI SI</sublocation>
<shelfLocator>003 MAJ P R.1</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>17645</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-06 14:56:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-06 14:57:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>